Sabtu, 02 November 2013

Nubuat Alkitab Gagal


        Orang Kristen mengatakan bahwa Alkitab mereka sanggup menubuatkan mengenai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Pernyataan inilah yang mereka gunakan untuk menyatakan kehebatan Alkitab.

        Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai nubuatan-nubuatan yang gagal di Alkitab, yang mana ini membuktikan bahwa Alkitab adalah KARANGAN MANUSIA belaka, yang dapat gagal di dalam meramalkan sesuatu.

        Memang beberapa nubuatan terkesan tepat, tetapi ini dikarenakan bahwa kitab tersebut ditulis setelah kejadian tersebut berlangsung, seperti pada saat sekarang ini jika saya mengatakan bahwa saya telah menubuatkan peristiwa WTC. Contoh yang paling jelas adalah Kitab Daniel, yang mana menurut tradisi ditulis pada abad VI SM, tetapi survey membuktikan bahwa Kitab Daniel baru ditulis pada abad II SM.

        Orang Kristen selalu menyatakan bahwa nubuatan-nubuatan di Alkitab tidak pernah gagal, namun pada kenyataannya kita akan mempelajari di bawah ini bahwa banyak nubuatan-nubuatan di Alkitab telah gagal atau tidak terpenuhi.

Berikut daftar nubuatan-nubuatan yang Gagal di Alkitab dimasing2 kitab :

Nubuatan-nubuatan gagal dalam Kitab Daniel

------------------------------------------

Mari kita baca kutipan dari Kitab Daniel di bawah

Daniel 7: 1 - 14

Pada tahun pertama pemerintahan Belsyazar, raja Babel, bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu, dan inilah garis besarnya:

Berkatalah Daniel, demikian: "Pada malam hari aku mendapat penglihatan, tampak keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar,

dan empat binatang besar naik dari dalam laut, yang satu berbeda dengan yang lain.

Yang pertama rupanya seperti seekor singa, dan mempunyai sayap burung rajawali; aku terus melihatnya sampai sayapnya tercabut dan ia terangkat dari tanah dan ditegakkan pada dua kaki seperti manusia, dan kepadanya diberikan hati manusia.

Dan tampak ada seekor binatang yang lain, yang kedua, rupanya seperti beruang; ia berdiri pada sisinya yang sebelah, dan tiga tulang rusuk masih ada di dalam mulutnya di antara giginya. Dan demikianlah dikatakan kepadanya: Ayo, makanlah daging banyak-banyak.

Kemudian aku melihat, tampak seekor binatang yang lain, rupanya seperti macan tutul; ada empat sayap burung pada punggungnya, lagipula binatang itu berkepala empat, dan kepadanya diberikan kekuasaan.

Kemudian aku melihat dalam penglihatan malam itu, tampak seekor binatang yang keempat, yang menakutkan dan mendahsyatkan, dan ia sangat kuat. Ia bergigi besar dari besi; ia melahap dan meremukkan, dan sisanya diinjak-injaknya dengan kakinya; ia berbeda dengan segala binatang yang terdahulu; lagipula ia bertanduk sepuluh.

Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong.

Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; 7:10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.



Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar.

Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya.

Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.

Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

Maka aku, Daniel, terharu karena hal itu, dan penglihatan-penglihatan yang kulihat itu menggelisahkan aku.

Lalu kudekati salah seorang dari mereka yang berdiri di sana dan kuminta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan diberitahukannyalah kepadaku maknanya:

Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi;

sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya.

Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat itu, yang berbeda dengan segala binatang yang lain, yang sangat menakutkan, dengan gigi besinya dan kuku tembaganya, yang melahap dan meremukkan dan menginjak-injak sisanya dengan kakinya;

dan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata dan yang mempunyai mulut yang menyombong, yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk, dan yang lebih besar rupanya dari tanduk-tanduk yang lain.

Dan aku melihat tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka,

sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan.

Maka demikianlah katanya: Binatang yang keempat itu ialah kerajaan yang keempat yang akan ada di bumi, yang akan berbeda dengan segala kerajaan dan akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya.

Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja.

Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Lalu Majelis Pengadilan akan duduk, dan kekuasaan akan dicabut dari padanya untuk dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap.

Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.

Sekianlah berita itu. Adapun aku, Daniel, pikiran-pikiranku sangat menggelisahkan aku, sehingga aku menjadi pucat; dan aku menyimpan hal itu dalam ingatanku."

Ringkasan dari apa yang dinubuatkan

Kerajaan pertama yang dilambangkan dengan singa bersayap, pada umumnya dianggap sebagai Kerajaan Babilonia (Babel).

Beruang pada umumnya dianggap melambangkan kerajaan Media Persia

Macan tutul berkepala empat melambangkan Kerajaan Yunani

Binatang berkepala empat dikatakan sebagai Kerajaan Romawi yang akan bertahan hingga akhir jaman sampai Tuhan mendirikan kerajaanNya atas seluruh bumi

Komentar:

Seberapa akuratkah Ramalan Daniel?

        Daniel hidup pada masa Kerajaan Babilonia dan Media-Persia, karenanya tidak mengherankan ia mampu meramalkan kedua kerajaan yang muncul terlebih dahulu tersebut dan karenanya ia hanya meramalkan kedua kerajaan yang muncul belakangan yakni Yunani dan Romawi. Hal ini memang nampaknya masih mengagumkan, tetapi kita jangan lupa bahwa kedua calon kerajaan besar tersebut memang sedang bertumbuh pada jaman Daniel, dan seorang pengamat politik yang mahir pada jaman itu akan sanggup memprediksikan (ingat bukan meramalkan), bahwa kedua kekuatan yang sedang bertumbuh tersebut akan menjadi kekuatan besar pula pada masa mendatang.

        Ujian yang sebenarnya bagi keakuratan ramalan ini adalah mengenai Kerajaan Romawi, apakah ia akan bertahan terus hingga akhir jaman sebagaimana ramalan tersebut?

        Pada kenyataannya kejayaan Kerajaan Romawi hanya bertahan hingga masa Kaisar Konstantinus (Abad ke IV M). Setelah masa itu Kerajaan Romawi tidak sanggup lagi menaklukkan bangsa-bangsa lain, bahkan mengalami kemunduran dan juga serangan dari Suku Bangsa Barbar. Hingga akhirnya pada tahun 476 runtuh sama sekali.

        Jika Daniel benar-benar diinspirasikan oleh Tuhan, maka tidaklah mustahil baginya untuk melihat peristiwa-peristiwa besar yang jauh lebih kemudian. Misalnya:

Kerajaan Spanyol yang mengawali kolonialisasi Asia dan Amerika, sehingga dapat dikatakan sebagai negara adikuasa pada masa itu. Dan juga seharusnya Daniel akan sanggup melihat penyiksaan yang akan dilakukan terhadap orang Yahudi.

Kebangkitan Kerajaan Inggris dengan semboyan mereka "sun never sets in British Empire" (Matahari tidak pernah terbenam di Kerajaan Inggris Raya).

Kebangkitan Uni Sovyet, hingga kehancurannya pada tahun 1990, yang mana Uni Sovyet merupakan negeri terluas di dunia.

Kerajaan Mongolia, di bawah Jenghis Khan dan Kublai Khan, yang juga merupakan imperium dunia terluas yang pernah ada.

Amerika Serikat, adalah negara superpower yang paling mutakhir di dunia saat ini. Yang mana kebebasannya melebihi dari konstitusi Babilonia kuno. Juga kemakmurannya melebihi kemakmuran Kerajaan Babilonia.

        Fakta membuktikan bahwa Daniel gagal meramalkan keberadaan imperium-imperium besar dunia yang muncul kemudian, bukankah seharusnya hal tersebut juga disebutkan dalam Kitab Daniel?

        Kenyataan yang ada adalah Kerajaan Romawi telah lama berlalu namun Kerajaan Tuhan belum juga terwujud



Nubuatan-nubuatan gagal dalam Kitab Yehezkiel

---------------------------------------------

1. Nubuatan mengenai Kota Tirus

        Yehezkiel menubuatkan bahwa Raja Nebukadnezzar akan menghancurkan kota Tirus, serta melemparkan batu-batunya ke laut, nubuatan ini tidak pernah terpenuhi. Nebukadnezzar memang menyerbu Tirus tetapi gagal menaklukkan kota tersebut.

Yehezkiel 26: 7 - 20

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membawa dari utara raja Nebukadnezar, raja Babel, raja segala raja untuk melawan Tirus dengan memakai kuda, kereta, pasukan berkuda, dan sekumpulan tentara yang banyak.

Anak-anakmu perempuan yang tinggal di daratan akan dibunuhnya dengan pedang; ia akan menimbun tembok pengepungan dan menyusun alat-alat pendobrak dan memasang perisai melawan engkau.

Tumbukan alat pendobraknya akan dilancarkan terhadap tembok-tembokmu dan menara-menaramu akan dirobohkan dengan beliung-beliungnya.

Kudanya adalah begitu banyak, sehingga engkau akan ditutupi oleh abu; karena derap pasukan berkudanya dan kertak roda keretanya tembok-tembokmu akan gemetar, kalau ia memasuki pintu-pintu gerbangmu seperti orang memasuki kota yang sudah terbuka karena pendobrakan.

Dengan kaki kuda-kudanya ia hendak menginjak-injak semua jalan-jalanmu, rakyatmu akan dibunuh dengan pedang, dan tugu-tugu yang kauandalkan akan dirobohkan ke tanah.

Mereka akan merampas kekayaanmu dan menjarah barang-barang perniagaanmu; mereka akan meruntuhkan tembok-tembokmu dan merobohkan rumah-rumahmu yang indah; batumu, kayumu dan tanahmu akan dibuang ke dalam air.

Aku akan mengakhiri keramaian nyanyianmu dan suara kecapimu tidak akan kedengaran lagi.

Aku akan menjadikan engkau gunung batu yang gundul dan dengan demikian engkau akan menjadi penjemuran pukat, sehingga engkau tidak akan dibangun kembali, sebab Aku, Tuhanlah yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada Tirus: Apakah daerah pesisir tidak akan gemetar mendengar derum kejatuhanmu, kalau orang-orang yang berebahan mengerang karena pembunuhan bersimaharajalela di tengah-tengahmu?

Semua pemuka bangsa-bangsa yang di tepi lautan akan turun takhta dan menjauhkan jubah-jubah kerajaannya dan menanggalkan pakaiannya yang berwarna-warna. Mereka akan diliputi kegentaran dan akan duduk di tanah; mereka akan gentar senantiasa dan kaget melihat engkau.

Dan mereka akan mengucapkan suatu ratapan mengenai engkau dan akan mengatakan kepadamu: Bagaimana engkau, hai kota yang terpuja, hilang dari lautan, kota yang berkuasa di laut, engkau dengan pendudukmu, yang menimbulkan ketakutan pada penduduk di daratan?

Sekarang, daerah pesisir jadi gentar pada hari jatuhmu, ya, daerah pesisir yang di tepi laut gempar mendengar kesudahanmu.

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Pada saat Aku menjadikan engkau kota reruntuhan, seperti kota-kota yang tidak berpenduduk lagi, kalau Aku menaikkan pasang samudera raya atasmu dan air banjir menutupi engkau,

maka Aku akan menurunkan engkau, supaya engkau bersama-sama di sana dengan orang-orang yang turun ke liang kubur, kepada bangsa dahulu kala, dan Aku akan membuat engkau tinggal di bumi yang paling bawah seperti reruntuhan dahulu kala, bersama dengan orang-orang yang turun ke liang kubur, supaya engkau jangan lagi didiami orang, dan jangan tampil lagi di negeri orang-orang hidup.

Aku menentukan bagimu akhir hidupmu yang mendahsyatkan dan engkau tidak terjumpa lagi. Engkau dicari orang, tetapi tidak ditemui lagi untuk selama-lamanya, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

        Pada kenyataannya kota Tirus masih ada hingga sekarang dan karenanya jelas-jelas nubuatan pada Yehezkiel 26:21 telah gagal.



2. Nubuatan atas Mesir

        Yehezkiel meramalkan bahwa Mesir akan menjadi tanah yang sunyi sepi dan Bangsa Mesir akan diangkut sebagai tawanan selama 40 tahun. Hal ini tidak pernah terjadi di dalam sejarah.

        Kita melihat bahwa Mesir masih ada hingga sekarang dan masih dihuni orang. Satu lagi bukti kegagalan nubuatan atau ramalan di Alkitab.

Yehezkiel 29: 6 - 12

Dan semua penduduk Mesir akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. Oleh karena engkau ibarat tongkat bambu bagi kaum Israel:

pada saat mereka memegang engkau dengan tangan, engkau patah terkulai dan engkau melukai bahu mereka semua; dan waktu mereka bertopang padamu, engkau patah dan engkau membuat mereka semua terhuyung-huyung.

Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku mendatangkan pedang atasmu dan melenyapkan manusia dan binatang dari padamu,

sehingga tanah Mesir akan menjadi sunyi sepi dan menjadi reruntuhan. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. Oleh karena engkau berkata: Sungai Nil aku punya, aku yang membuatnya,

maka sungguh, Aku menjadi lawanmu dan lawan anak-anak sungaimu dan Aku akan membuat tanah Mesir menjadi reruntuhan dan menjadi sunyi sepi mulai dari Migdol sampai Siene, bahkan sampai perbatasan tanah Etiopia.

Tidak seorang manusiapun akan melintasinya, bahkan seekor binatangpun tidak dan tanah itu tidak akan didiami selama empat puluh tahun.

Aku akan membuat tanah Mesir menjadi sunyi sepi di tengah negeri-negeri yang sudah dimusnahkan dan kota-kotanya akan menjadi sunyi sepi di tengah kota-kota yang diruntuhkan selama empat puluh tahun. Aku akan menyerakkan orang Mesir di antara bangsa-bangsa dan menghamburkannya ke semua negeri.



Nubuatan yang gagal dari Kitab Yesaya

-------------------------------------

1. Keringnya Sungai Nil di Mesir

        Nabi Yesaya meramalkan bahwa seluruh air di Mesir akan kering, kehancuran pertanian di Mesir karena keringnya Sungai Nil

Yesaya 19: 5 - 7

Air dari sungai Nil akan habis, dan sungai itu akan menjadi tohor dan kering,

sehingga terusan-terusan akan berbau busuk, dan anak-anak sungai Nil akan menjadi dangkal dan tohor, gelagah dan teberau akan mati rebah.

Rumput di tepi sungai Nil dan seluruh tanah pesemaian pada sungai Nil akan menjadi kering ditiup angin dan tidak ada lagi.

        Pada kenyataannya kapan Sungai Nil pernah kering? Pada kenyataannya sekarang Bangsa Mesir masih menggunakan Sungai Nil sebagai alat transportasi dan juga sebagai wahanan irigasi.



2. Mengenai Damaskus (Damsyik)

        Nabi Yesaya menubuatkan mengenai kehancuran Damaskus atau Damsyik yang sekarang menjadi ibukota Siria (Suriah).

Yesaya 17: 1 - 2

Ucapan ilahi terhadap Damsyik. Sesungguhnya, Damsyik tidak akan tetap sebagai kota, nanti menjadi suatu timbunan reruntuhan;

kampung-kampungnya akan ditinggalkan selama-lamanya dan menjadi tempat bagi kawanan-kawanan ternak, yang berbaring dengan tidak diganggu oleh siapapun.

        Kenyataannya sekarang Damsyik atau Damaskus masih merupakan kota yang ramai, bahkan menjadi ibu kota Siria atau Suriah.



3. Mengenai Ahas, Raja Yehuda.

        Yesaya juga menubuatkan bahwa Ahas, Raja Yehuda tidak akan dicelakakan musuh-musuhnya.

Yesaya 7: 1 - 7

Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya.

Lalu diberitahukanlah kepada keluarga Daud: "Aram telah berkemah di wilayah Efraim," maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin.

Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu,

dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya.

Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata:

Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya,

maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi,

        Benarkah demikian, ternyata keterangan ini bertentangan dengan apa yang dicatat oleh Alkitab sendiri.



II Tawarikh 28: 1 - 6

Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya,

tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel, bahkan ia membuat patung-patung tuangan untuk para Baal.

Ia membakar juga korban di Lebak Ben-Hinom dan membakar anak-anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalaukan TUHAN dari depan orang Israel.

Ia mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit pengorbanan dan di atas tempat-tempat yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun.

Sebab itu TUHAN, Allahnya, menyerahkannya ke dalam tangan raja orang Aram. Mereka mengalahkan dia dan menawan banyak orang dari padanya, yang diangkut ke Damsyik. Kemudian ia diserahkan pula ke dalam tangan raja Israel dan mengalami kekalahan yang besar.

Sebab dalam sehari Pekah bin Remalya menewaskan di Yehuda seratus dua puluh ribu orang, semuanya orang-orang yang tangkas, oleh karena mereka telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka.

        Jelas di atas bahwa raja telah ditawan oleh orang-orang Aram dan mengalami kekalahan besar. Jika bukan dianggap sebagai ramalan atau nubuatan yang gagal, maka hal itu haruslah dipandang sebagai kontradiksi Alkitab.



Nubuatan yang gagal dari Kitab Yeremia

--------------------------------------

Yeremia meramalkan bahwa Yoyakim Raja Yehuda, tidak akan memilki pengganti,

Yeremia 36: 30

Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang Yoyakim, raja Yehuda: Ia tidak akan mempunyai keturunan yang akan duduk di atas takhta Daud, dan mayatnya akan tercampak, sehingga kena panas di waktu siang dan kena dingin di waktu malam.

Namun apa yang terjadi silakan buka II Raja-Raja 24: 6

II Raja-Raja 24: 6

Kemudian Yoyakim mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, maka Yoyakhin, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

        Dari ayat di atas jelas Yoyakim memiliki pengganti, maka jelas-jelas nubuatan itu salah, atau kalau tidak mau dikatakan kontradiktif.



Back to Top

Back to Situasi Sesungguhnya Seputar Kristen dan Yahudi penuh dengan Kebencian

Back to Main Menu

2 komentar:

  1. nubuatalkitab.blogspot.com

    BalasHapus
  2. http://nubuatalkitab.blogspot.com/2013/01/nubuat-akhir-zaman-penggenapannya.html

    BalasHapus